CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Diduga terpapar asap hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau disebut masuk dalam kategori tidak sehat, Senin (24/8).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto tak menampik kabar tersebut. “Berdasarkan data Air Quality Index Riau atau ISPU, dan sumber data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambient (SPKUA) Bengkalis, indeks kualitas udara di Kabupaten Bengkalis masuk dalam kategori Tidak Sehat dengan Parameter Kritis PM2,5 di angka 113,” kata Agus, Senin sore.

Dalam indeks parameter yang disampaikan Agus, tampak keterangan bahwa kualitas udara dapat bersifat merugikan pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
Mencermati perkembangan informasi tersebut, Kadis DLHK Kabupaten Bengkalis ini kemudian menyerukan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk dapat menghindari aktifitas di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama.

“Dan jikapun harus beraktifitas di luar ruangan, sangat disarankan untuk menggunakan masker demi kebaikan kita bersama,” terangnya.
Seraya itu, Agus meminta agar masyarakat untuk tidak panik dan senantiasa mencermati perkembangan informasi yang akan terus dimutakhirkan lebih lanjut. “Intinya tidak perlu panik, kami harap seluruh masyarakat dapat mengindahkan imbauan yang kami sampaikan demi kebaikan bersama,” harapnya. (Bres)

