CENTRALNEWS.ID, Kepulauan Riau – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pada tahun anggaran 2026, Kepri menerima alokasi dana revitalisasi sekolah sebesar Rp97 miliar yang akan digunakan untuk membenahi 107 satuan pendidikan di berbagai kabupaten dan kota.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas nasional Presiden dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kepri, pelaksanaan program difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Revitalisasi akan menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemerintah berharap program ini mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat, dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, mengatakan bahwa program revitalisasi sekolah menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan pendidikan di daerah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup besar.
Menurutnya, kondisi wilayah Kepri yang didominasi lautan sering kali menjadi kendala dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Namun melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat, pembangunan sekolah hingga ke pulau-pulau terluar dapat dilakukan secara lebih efektif tanpa terkendala proses distribusi material yang memerlukan waktu dan biaya tinggi.
“Program ini merupakan investasi masa depan. Gedung baru ini akan mendukung siswa untuk memajukan daerahnya,” ujar Andi Agung.
Ia menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan kualitas proses belajar mengajar juga meningkat dan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih unggul.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, ruang praktik, perpustakaan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, sanitasi, hingga sarana pendukung pembelajaran yang lebih modern.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh anak di Kepri, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan 3T, memperoleh hak yang sama terhadap fasilitas pendidikan yang layak.
Menurut Ansar, revitalisasi sekolah harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda Kepri menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi di era Society 5.0.
“Kita harus siapkan SDM yang mampu bersaing. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” tegas Ansar.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan representatif melalui pembangunan yang berkelanjutan. Prioritas utama diberikan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dan berada di wilayah kepulauan terpencil agar kesenjangan kualitas pendidikan dapat terus diperkecil.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp97 miliar tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis pemerataan mutu pendidikan akan semakin nyata. Program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperkuat semangat belajar peserta didik, serta melahirkan generasi Kepri yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Herry)

