13 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Karyawan SPPG Beringin – Talang Muandau Diduga Jadi Korban Pemukulan

CENTRALNEWS.ID, TALANG MUANDAU – Seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Hafizat Hakim alias Adam diduga menjadi korban pemukulan yang (diduga) dilakukan dua orang pria sekira pukul 17.56 WIB, Senin (3/8).

Persoalan berujung aksi pemukulan tersebut diduga terjadi akibat adanya masalah pada bahan pasokan berupa daging ayam yang disuplai ke Dapur MBG Beringin.

Aksi tak terpuji itu terekam jelas dalam Rekaman CCTv berdurasi 53 detik dilingkungan Dapur MBG. Semula, dua pria dengan pakaian berwarna merah dan hitam mendatangi area SPPG Beringin. Situasi yang semula tenang, berubah tegang dalam hitungan detik.

Berdasarkan rekaman CCTV, pria berbaju merah diduga lebih dahulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding. Tak lama berselang, pria berbaju hitam terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban.

Baca Juga :  ​Kecelakaan Tragis Renggut Nyawa Pemotor usai Bersenggolan dengan Trailer di Bathin Solapan

Setelah insiden itu, kedua pria tersebut dengan santainya meninggalkan lokasi. Kepala SPPG Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Ivan Wiliam Saragih mengatakan, dugaan penganiayaan itu dipicu persoalan pengembalian ayam yang sebelumnya dipesan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talang Muandau.

Menurut Ivan, satu plastik ayam yang diterima pihak SPPG ditemukan dalam kondisi berubah warna sehingga tak layak konsumsi. Demi menjaga kualitas bahan pangan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat program MBG, ayam tersebut kemudian dikembalikan kepada supplier.

“Ayam yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan MBG di Kecamatan Talang Muandau, satu plastik sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Karena itu dikembalikan. Mungkin mereka tidak terima,” terang Ivan, Selasa (4/8).

Baca Juga :  Serma Fauzi Suluhkan Nilai Luhur Pancasila di Kalangan Warga Kelurahan Air Jamban

Ivan menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi. Menurutnya, apabila terdapat permasalahan, seharusnya dilakukan secara musyawarah, bukan dengan emosi dan kekerasan. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pinggir pada malam harinya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian di Kecamatan Pinggir. Sementara, rekaman CCTV yang beredar menjadi salah satu barang bukti penting yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan guna mengungkap dugaan penganiayaan tersebut. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles