CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami’ Tanjung oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin, SE, di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Selasa (28/7/2026).
Prosesi peletakan batu pertama yang dirangkaikan dengan acara tasyakuran tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Tanjung. Pasalnya, Masjid Jami’ Tanjung merupakan masjid tertua di desa tersebut yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kegiatan ibadah dan syiar Islam, sehingga pembangunan kembali masjid ini telah lama dinantikan oleh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan. Suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Natuna, perwakilan Pengadilan Agama Kabupaten Natuna, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Timur Laut, Kepala Desa Tanjung, para tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjung, Mat Nawawi, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Masjid Jami’ Tanjung. Menurutnya, masjid tersebut bukan hanya menjadi satu satunya tempat ibadah bagi masyarakat Desa Tanjung, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang sangat penting sebagai masjid tertua di desa.
“Kami sangat bersyukur pembangunan ini akhirnya dapat dimulai. Harapan kami, meskipun pada tahap awal ini pembangunan baru sampai pada pendirian tiang, prosesnya dapat terus berlanjut hingga selesai sehingga masyarakat memiliki masjid yang lebih layak untuk beribadah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin, SE, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Natuna saat ini memberikan perhatian serius terhadap pembangunan maupun penyelesaian rumah-rumah ibadah yang belum rampung. Menurutnya, pada tahun anggaran 2026 terdapat sejumlah proyek pembangunan dan revitalisasi masjid yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pemerintah saat ini sangat memperhatikan pembangunan masjid-masjid yang belum selesai. Tahun ini terdapat beberapa pembangunan maupun revitalisasi masjid di Kabupaten Natuna. Kami berharap pembangunan Masjid Jami’ Tanjung dapat terus berlanjut hingga selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” katanya.
Jarmin juga mengimbau kepada seluruh kepala desa dan camat agar aktif memperjuangkan kelanjutan pembangunan masjid melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Pembangunan masjid ini harus selalu diusulkan setiap tahunnya dalam Musrenbang, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Dengan demikian, pemerintah dapat terus mengalokasikan anggaran sehingga pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap,” tegasnya.
Usai sambutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi doa tepung tawar sebagai tradisi adat Melayu yang sarat makna. Ritual tersebut menjadi simbol permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar proses pembangunan berjalan lancar, diberikan keselamatan bagi seluruh pekerja, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Tanjung.
Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia, pembangunan tahap awal Masjid Jami’ Tanjung mengalokasikan anggaran sebesar Rp360.328.200. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Mahakarya Citra Indonesia dengan target penyelesaian selama 60 hari kalender.
Masyarakat Desa Tanjung berharap pembangunan tahap awal ini dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi penyelesaian Masjid Jami’ Tanjung secara menyeluruh. Kehadiran masjid yang representatif diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi wadah pembinaan keagamaan, pendidikan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.(Herry)

