13.3 C
New York
Selasa, Oktober 6, 2026

Natuna Kembali Buka Penerimaan Sekolah Rakyat 2026, Tampung 90 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna kembali membuka penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat tahun 2026. Sebanyak 90 siswa dari keluarga kurang mampu akan diterima untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Hotel Trend Central, Senin (29/6/2026).

Menurut Cen Sui Lan, keberlanjutan program Sekolah Rakyat di Natuna tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat. Berkat koordinasi yang dilakukan, Natuna kembali memperoleh kuota penerimaan peserta didik pada tahun ini.

“Atas bantuan Pak Sekjen, tahun 2026 ini Natuna bisa kembali menerima siswa Sekolah Rakyat sebanyak 90 orang,” ujar Cen Sui Lan.

Selain membuka penerimaan siswa baru, pemerintah pusat juga akan mulai membangun gedung Sekolah Rakyat di Natuna pada tahun ini dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Baca Juga :  Danlanud RSA Sambangi Bupati Anambas, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Kelembagaan

Cen Sui Lan menjelaskan, seluruh proses pembangunan, mulai dari pelelangan hingga pelaksanaan konstruksi, menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Natuna hanya berperan sebagai penerima manfaat dari program tersebut.

“Mulai dari proses lelang hingga pembangunan semuanya dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Natuna hanya menerima hasilnya,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab menyiapkan lokasi pembangunan, termasuk melakukan pematangan lahan (land clearing) sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Menurutnya, kompleks Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk stadion olahraga untuk mendukung aktivitas belajar dan pengembangan bakat para siswa.

“Nilai anggarannya lebih dari Rp200 miliar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak satuan kerja, dan nantinya kawasan sekolah ini akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk stadion olahraga. Saat ini layout kawasan masih terus disusun,” katanya.

Baca Juga :  Danlanud Raden Sadjad Sambut Kedatangan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Kunjungan Kerja ke Natuna

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, mengatakan proses penerimaan peserta didik akan dilakukan secara selektif berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.

Pemerintah daerah akan membentuk tim yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap calon peserta didik agar program benar-benar menyasar keluarga yang berhak menerima manfaat.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, terdapat 3.908 warga Natuna yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Sesuai data Kementerian Sosial terdapat 3.908 warga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Nanti akan kami verifikasi kembali untuk usia 7 sampai 21 tahun. Jika ada yang belum terdata, akan kami usulkan,” terang Puryanti.

Ia menjelaskan, kuota sebanyak 90 siswa akan dibagi secara merata, yakni masing-masing 30 siswa untuk jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.

Baca Juga :  Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Kunker ke Natuna, Sinergi Forkopimda Jadi Fokus

Puryanti menegaskan, Program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan secara gratis, tetapi juga memberikan berbagai bentuk bantuan kepada keluarga peserta didik sesuai dengan program pemerintah.

“Perlu diketahui, keluarga siswa yang diterima di Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan berbagai bantuan sesuai program pemerintah,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah berharap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.

Dengan kembali dibukanya penerimaan Sekolah Rakyat pada tahun 2026 dan dimulainya pembangunan kompleks pendidikan beranggaran lebih dari Rp200 miliar, diharapkan semakin banyak anak-anak di Natuna yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak serta memiliki masa depan yang lebih cerah.(Herry)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles