23 C
New York
Selasa, Juni 9, 2026

Tasyakuran Kepulangan Haji, Amsakar Ceritakan Perjalanan Spiritual dan Hadiah Kursi Roda yang Mengharukan

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Rasa syukur dan kebahagiaan menyelimuti kediaman Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat menggelar tasyakuran dan doa bersama atas kepulangannya dari menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Erlita Amsakar, minggu lalu.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh khidmat itu menjadi momentum berbagi pengalaman spiritual sekaligus ungkapan terima kasih kepada masyarakat Batam yang terus mengirimkan doa selama dirinya berada di Tanah Suci.

Di hadapan keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan, Amsakar mengaku kepulangannya ke Batam membawa banyak pelajaran hidup, pengalaman berharga, serta rasa syukur yang mendalam.

“Kembali ke Batam tercinta membawa sejuta cerita dan rasa syukur yang luar biasa. Alhamdulillah, saya dan istri, Ibu Erlita Amsakar, telah kembali dari Tanah Suci dan tiba di Batam dengan selamat. Sebagai wujud syukur atas kelancaran ibadah di Tanah Suci, kami mengadakan tasyakuran dan doa bersama secara sederhana,” ujar Amsakar.

Menurutnya, perjalanan haji tahun ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan, terutama saat dirinya mendampingi sang istri yang menggunakan kursi roda selama menjalani berbagai rangkaian ibadah.

Baca Juga :  Serma Nasib Saragih Gebrak Penyuluhan Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Pelajar Kelurahan Batang Serosa

Amsakar menceritakan bagaimana dirinya mendorong kursi roda yang ditempati Erlita Amsakar saat melaksanakan sejumlah rangkaian ibadah. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.

“Di momen yang khidmat ini, dari lubuk hati yang paling dalam, kami ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Batam. Doa-doa tulus dari bapak, ibu, dan kerabat semua adalah kekuatan bagi kami selama di sana hingga bisa menginjakkan kaki kembali di Batam tercinta,” ungkapnya.

Selain menjalankan ibadah, Amsakar juga menyempatkan diri menulis berbagai catatan perjalanan spiritual selama berada di Makkah dan Madinah. Bahkan, sejumlah pengalaman dan perenungan yang dirasakannya dituangkan dalam bentuk tulisan dan puisi.

Menurutnya, menulis menjadi salah satu cara untuk mengabadikan hikmah dan pelajaran yang diperoleh selama berada di Tanah Suci. Setiap rangkaian ibadah menghadirkan refleksi mendalam yang kemudian dituangkannya dalam catatan pribadi.

Baca Juga :  Berbekal Informasi Warga, 3 Terduga Penyalahgunaan Sabu Diciduk Polsek Mandau

Meski berada jauh dari Batam, Amsakar mengaku tetap memantau perkembangan dan situasi daerah yang dipimpinnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memberikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) selama dirinya menunaikan ibadah haji.

Menurut Amsakar, roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik berkat kerja sama seluruh jajaran di bawah kepemimpinan Li Claudia Chandra.

“Saya mengapresiasi Ibu Li Claudia Chandra yang telah menjalankan amanah dengan sangat baik selama saya berada di Tanah Suci. Berbagai agenda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan komitmen dan sinergi yang kuat untuk terus melayani masyarakat Batam,” katanya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas selama berhaji adalah ketika dirinya menerima hadiah tak terduga berupa kursi roda yang selama ini digunakan istrinya.

Amsakar menuturkan, setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, seorang pendamping bernama Zen yang menyewakan sekaligus membantu penggunaan kursi roda tersebut datang menghampirinya.

Baca Juga :  Kodim Bengkalis Kerahkan Prajurit Bantu Warga Terdampak Puting Beliung di Bandar Laksamana

“Di momentum terakhir itu, sebuah pengalaman luar biasa terjadi. Adik yang mendampingi dan menyewakan kursi roda bernama Zen, setelah selesai tugasnya, memberikan kursi roda itu kepada kami. Kira-kira beliau berkata, ‘Ambillah kursi ini sebagai hadiah dari saya, halal haji’,” kenang Amsakar.

Peristiwa sederhana itu meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan keluarga. Menurutnya, kebaikan yang diberikan dengan tulus sering kali hadir di saat yang tidak terduga.

“Sungguh nikmat demi nikmat kami rasakan selama perjalanan di Tanah Suci ini. Akhirnya, sekali lagi saya sadar, mudahkanlah urusan orang, niscaya sampai waktunya Allah akan mudahkan urusan kita,” ujarnya.

Menutup rangkaian tasyakuran, Amsakar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keikhlasan, dan senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.

“Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Batam, kami kembali,” tutupnya.(bur)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles