CENTRALNEWS.ID, BATAM – Pemerintah Kota Batam resmi mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 20 Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyukseskan program strategis nasional yang digelar oleh Badan Pusat Statistik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa penerbitan surat edaran oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bertujuan untuk mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan pendataan berskala besar tersebut.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Untuk itu, pemerintah mengajak seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, TNI/Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, agar dapat berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang akurat.
Menurut Rudi, cakupan pendataan dalam SE2026 sangat luas karena melibatkan seluruh unit kegiatan ekonomi di Batam.
Pendataan mencakup Usaha Mikro Kecil (UMK) hingga Usaha Menengah Besar (UMB), baik yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, maupun badan usaha.
Tidak hanya itu, berbagai pengelola kawasan ekonomi seperti pusat perbelanjaan, pasar, gedung perkantoran, bandara, pelabuhan, hingga kawasan industri juga menjadi bagian dari sasaran pendataan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan potret ekonomi Batam dapat tergambar secara menyeluruh dan akurat.
Dalam surat edaran tersebut, Wali Kota Batam juga menekankan sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan seluruh pemangku kepentingan.
Di antaranya adalah pentingnya sosialisasi secara luas kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta dorongan untuk memberikan data yang jujur dan tepat saat proses pendataan berlangsung.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan berbagai kanal informasi untuk menyebarluaskan dukungan terhadap pelaksanaan sensus, termasuk melalui media komunikasi dan publikasi resmi.
Koordinasi yang intensif dengan jajaran BPS Kota Batam di lapangan juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini.
Rudi menegaskan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi memiliki peran yang sangat vital dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Menurutnya, akurasi data akan sangat berpengaruh terhadap kualitas perencanaan pembangunan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan daerah.(mzi)


