CENTRALNEWS.ID, DURI – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Seksi Wilayah 3 Duri terus melakukan monitoring serta mitigasi pasca kemunculan satwa langka terancam punah jenis Harimau Sumatera di areal PT PHR Duri.
Kepala Seksi Wilayah 3 Duri – BBKSDA Riau, Zulmi Gusrul mengatakan, saat melakukan rangkaian kegiatan mitigas di lapangan, pihaknya mendapati sejumlah jejak pada permukaan tanah yang diduga kuat sebagai bekas tapak kaki Si Raja Hutan tersebut.
“Benar, dalam mitigasi di lapangan, kami menemukan adanya jejak tapak kaki di sekitar jalan Duri 4 – Tonggak 8 DSF PT PHR Duri sekitar pukul 10.53 WIB, Selasa siang (7/4),” kata Zulmi kepada tim Central News, Rabu (8/4).
Terhadap jejak yang ditemukan, pihaknya segera melakukan pemeriksaan, pendataan serta pemuatan dokumentasi lebih lanjut sebagai rangkaian monitoring serta mitigasi di lapangan.
Bersama petugas keamanan PT PHR, aksi tersebut terus dilakukan untuk memetakan arah serta daya jelajah Si Belang.
“Sampai saat ini kami masih melakukan patroli bersama tim PT PHR. Selain melacak pergerakan harimau, kami juga lakukan pemantauan lokasi terkait kondisi bentangan alam untuk mengetahui apakah hutan di areal PT PHR masih layak dihuni oleh harimau serta apakah masih tersedia pakan alaminya di dalam hutan tersebut. Inilah yang akan terus kita dalami, untuk nantinya dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup harimau sumatera ini,” tegasnya. (Bres)


