15.7 C
New York
Jumat, Maret 27, 2026

Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Bupati dan Wakil Bupati Bintan Gelar Shalat Istisqa

CENTRALNEWS.ID, BINTAN –  Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama masyarakat Kabupaten Bintan melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Shalat Istisqa merupakan doa khusus yang dilakukan umat Muslim untuk memohon turunnya hujan.

Pelaksanaan ibadah ini juga menjadi bagian dari upaya spiritual masyarakat di tengah kondisi cuaca kering yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Situasi kemarau yang berkepanjangan turut berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bintan telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla.

Langkah ini juga menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap perubahan cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Mandau Gencarkan Patroli Pencegahan Karhutla di jalan Rangau

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan berbagai langkah strategis telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, baik melalui upaya teknis maupun pendekatan spiritual seperti Salat Istisqa.

“Banyak usaha dan langkah-langkah yang telah kita lakukan untuk menghadapi kondisi ini,” ujar Roby.

Ia menegaskan bahwa sebagai umat Muslim, masyarakat meyakini bahwa hujan merupakan kehendak Allah SWT.

Oleh karena itu, selain melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan, masyarakat juga diajak untuk memperbanyak doa.

“Sebagai manusia kita berikhtiar sesuai kemampuan, sementara hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” katanya.

Roby juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi akan dilanjutkan secara bergilir di seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  Pemko Batam Siapkan Nikah Massal, Benahi Data Penduduk Hingga Tekan Pengangguran

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, mengungkapkan bahwa musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air di beberapa wilayah.

Bahkan, sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengalami kekeringan.

Menurutnya, Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama agar Allah SWT menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

“Melalui doa ini kita berharap Allah SWT mengabulkan permohonan kita dan menurunkan hujan sebagai rahmat bagi daerah kita,” ujarnya.

Deby juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada aparat terkait apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di sekitar lingkungan tempat tinggal agar dapat segera ditangani.

Baca Juga :  Polda Kepri Sambut Pemudik Gratis di Terminal Bintang 99 Batam, Arus Balik Berlangsung Lancar

“Jika terjadi kebakaran hutan atau lahan di sekitar rumah, segera laporkan kepada petugas agar cepat ditindaklanjuti,” pesannya.

Dalam khutbah Shalat Istisqa, K.H. Rustam Efendi mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.

Ia menekankan pentingnya introspeksi diri sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan.

Menurutnya, selain faktor alam, manusia juga harus menyadari bahwa berbagai musibah yang terjadi di muka bumi dapat menjadi pengingat agar manusia kembali memperbaiki diri.

“Perbanyak memohon ampun kepada Allah ‘Azzawajalla. Serahkan segala urusan kepada-Nya dan jadikan setiap kesulitan sebagai momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah,” pesan Rustam dalam khutbahnya.(ndn)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles