CENTRALNEWS.ID, DURI – Hampir sebulan terakhir masyarakat di wilayah Duri terdampak anomali cuaca yang bertransformasi dari musim banyak hujan ke musim kemarau. Dampaknya, cukup banyak masyarakat yang merasakan krisis air bersih.
Sejumlah besar penduduk, utamanya yang berdomisili di wilayah Sebanga – Duri terpaksa membeli suplai air bersih guna memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari keperluan memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi lainnya terpaksa dipenuhi dengan cara menggelontorkan rupiah nan menguras kantong.

Tak hanya satu kali, warga disana terkadang harus membeli air dalam tanki bervolume (±) 1.100 liter dengan harga Rp50.000 sampai dengan Rp75.000 per tankinya selama musim kering menjelma. Apalah daya, meski terpaksa, masyarakat tetap harus melakukannya demi melanjutkan hidup.
Di tengah panceklik air yang melanda, Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP. Shandra Amalia datang membawa harapan baru. Bukan untuk mengatur lalu lintas di jalan, pihaknya kerahkan sejumlah truk tanki berisi (±) 70.000 liter air bersih untuk kemudian disalurkan sebagai bantuan gratis bagi masyarakat yang berdomisili di sekitar kelurahan Talang Mandi, kecamatan Mandau – Duri.

“Atas instruksi Bapak Kapolres, kami datang membawa bantuan berupa 70.000 liter air bersih yang disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di lingkungan RT02/RW11 dan RT01/RW12. Selain langsung ke rumah-rumah warga, bantuan ini juga kita suplai langsung ke fasilitas rumah ibadah yakni Masjid Nur Hikmah di kelurahan Talang Mandi, Sebanga, Duri,” kata AKP. Shandra, Sabtu (14/2).
Bantuan yang disalurkan, kata Kasat, diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomis, kesehatan dan kemaslahatan lainnya di masyarakat. “Dan semoga dengan kegiatan ini, proses ibadah di Masjid Nur Hikmah dapat lebih khusyuk dan khidmat. Selain itu, kita harapkan masyarakat juga mendapat manfaat yang baik dari program yang kita laksanakan sempena Operasi Keselamata Lancang Kuning tahun 2026,” harapnya. (Bres)


