CENTRALNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi mengukuhkan sebanyak 1.622 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M dalam sebuah upacara khidmat di Lapangan Galaxy Markas Komando Angkatan Udara (Makodau) I Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026) pagi.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan atau Gus Menhaj.
Salah satu petugas yang turut dikukuhkan adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, Saibansah Dardani.
Semula, upacara penutupan Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH yang berlangsung selama 20 hari tersebut dijadwalkan dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Namun, Presiden berhalangan hadir dan diwakili oleh Gus Irfan yang sekaligus membacakan amanat Presiden.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Dalam amanat Presiden yang dibacakannya, Gus Irfan menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang menyangkut kehormatan bangsa serta kepercayaan umat Islam.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya kukuhkan saudara-saudara sebagai Petugas Haji Indonesia 1447 H/2026 M. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian,” ucap Gus Irfan.
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan tata kelola yang tertib, profesional, serta petugas yang sepenuhnya berorientasi pada pelayanan.
Menurut Gus Irfan, disiplin, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab merupakan nilai utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh petugas haji.
Tanpa disiplin, kata dia, pelayanan akan kehilangan makna dan ruh pengabdian.
“Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan terbaik. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah cerminan wajah negara,” tegasnya.
Selain profesionalisme, Gus Irfan juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, integritas, dan nama baik Indonesia di mata dunia internasional selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
Ia berharap seluruh petugas mampu mengemban amanah dengan penuh keikhlasan serta dukungan doa dari keluarga.
Melalui rangkaian diklat tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan pelayanan jemaah, guna memastikan pelaksanaan ibadah haji berlangsung aman, nyaman, dan bermartabat sebagai wujud kehadiran negara.
Sementara itu, Saibansah Dardani usai pengukuhan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya setelah berhasil menyelesaikan Diklat selama 20 hari dengan penuh semangat.
Ia mengaku mendapat banyak pengalaman berharga, terutama karena dibina langsung oleh instruktur dan fasilitator dari unsur TNI dan Polri yang dikenal disiplin dan tegas.
“Alhamdulillah, setelah mengikuti Diklat ini justru badan terasa semakin sehat dan bugar. Setiap hari rata-rata saya berjalan 15 hingga 20 ribu langkah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Iban.
Cak Iban juga menepis anggapan bahwa Diklat semi militer identik dengan suasana menegangkan. Menurutnya, kegiatan tersebut justru penuh kebersamaan dan kegembiraan.
“Tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Kami menikmati suasana baru, bertemu rekan-rekan dari seluruh Indonesia dengan latar belakang profesi yang beragam. Bahkan setiap hari kami menyanyikan lagu ‘Gembira’,” tuturnya. (bur)


