CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bengkalis, jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau suluhkan wawasan hukum kepada puluhan Siswa-siswi, Majelis Guru dan Kepala Sekolah, Rabu (3/8).
Koordinator bidang Intelijen Kejati Riau, Agus Taufikurrahman, Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Zainal, Fungdional Analis Hukum Desmirza dan Staf Bidang Intelijen Kejati Riau, Riswandi tampak paparkan wawasan hukum didampingi Joko Sarwoto selaku Kepala SMKN 1 Bengkalis.

Sempena program Jaksa Masuk Sekolah alias JMS ini, pihaknya menyuluhkan pentingnya peran orangtua dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama menjaga serta mengawasi anak-anak, terutama seluruh pelajar dari ancaman Kekerasan Seksual terhadap anak. “Baik di lingkungan keluarga, maupun Sekolah harus diawasi maksimal. Jangan sampai anak jadi korban kekerasan seksual karena bakal berdampak buruk berupa trauma psikis pada anak sebagai korban dan berdampak pidana bagi pelaku,” kata Kasi Penkum Kejati Riau, Bambang Heripurwanto.
Jajaran yang melaksanakan program langsung dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia ini berharap lingkungan keluarga dan sekolah menjadi tempat teraman dan nyaman bagi anak dalam menimba ilmu, menuangkan kreatifitas dan bersosial. “Sebagai orangtua dan atau guru, kita harus pastikan anak-anak atau pelajar terhindar dari pengaruh buruk atau potensi kekerasan seksual maupun tindak pidana lainnya. Karena anak sebagai generasi masa depan bangsa, maka anak harus kita lindungi dari berbagai pengaruh buruk baik dari lingkungan pertemanan, akses internet dan berbagai hal lainnya dapat di-filter atau disaring agar anak hanya mendapatkan pengalaman yang baik guna menyongsong masa depannya,” tukasnya. (Bres)