CENTRALNEWS.ID, DURI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK) di Dusun Bagan Benio, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis – Riau dilaporkan telah memasuki hari kedua, Rabu (2/8).
Cagar Biosfer bervegetasi hutan dan semak belukar dengan hamparan gambut di lingkungan RT002/RW006 pada koordinat 1°20’45” North, 101°31’24” East terbakar sejak Selasa pagi dan terus meluas hingga Rabu siang. Tanggapi keadaan itu, Danramil 03 Mandau Kapten Arh. Jemirianto kerahkan Babinsa Serda M. Fikri, Serda AT. Silaban dan Kopda S. Nasution maksimalkan upaya pemadaman.
Berjarak sekira (±) 100 kilometer dari markas Koramil 03 Mandau, ketiga Babinsa tersebut gunakan kendaraan roda dua dan menerabas rimbunnya belukar demi menghemat waktu dan tiba di titik api. “Sampai saat ini pemadaman masih diupayakan oleh Babinsa bersama Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA dan masyarakat,” kata Kapten Jemirianto, Rabu petang.

Pihaknya terus menggelar selang-selang yang disambungkan pada mesin pompa air guna menyemburkan ribuan liter air yang berasal dari kanal-kanal kecil sekitar. Para Babinsa berjibaku memadamkan api yang merongrong sekira (±) 10 hektare areal GSK, meningkat sekira 100% dari hari sebelumnya.
Tak hanya lewat darat, upaya pemadaman juga digencarkan lewat udara menggunakan Helikopter water boombing agar lebih maksimal. “Sampai sekira pukul 17.00 WIB Babinsa kita masih mengupayakan pemadaman. Luas yang terbakar awalnya sekira 5 Ha, di Rabu sore bertambah luas menjadi 10 Ha ditenggarai cuaca terik minim hujan, sumber air terbatas, jauhnya jarak tempuh dan sulitnya medan menjangkau lokasi,” terangnya.
“Karena hari menjelang petang, pemadaman kita lanjutkan esok hari mengingat lokasi tersebut merupakan cagar alam yang jauh dari permukiman penduduk dan demi alasan keselamatan,” tukasnya. (Bres)